Sabtu, 14 Desember 2013

Implikasi Teknik Informasi Dalam PBI

Implikasi Teknik Informasi
Dalam Problematik Bahasa Indonesia
Oleh : Eli Sulihtyaningrum

Problematik bahasa Indonesia merupakan studi yang bertolak dari kenyataan empiris bahwa ada ketidak sejajaran antara norma bahasa dengan aktualisasi pengucapan bahasa. Hal ini  disebabkan karena adanya variasi bahasa yang dipengaruhi oleh faktor waktu,  tempat, sosiokultural (kultur masyarakat), situasi, medium pengungkapan si pemakainya. Penutur bahasa Indonesia pada umumnya adalah bilingualisme, di samping berbahasa Indonesia juga berbahasa daerah. Kondisi bilingualisme tersebut mengakibatkan saling pengaruh antara kedua bahasa tersebut. Misalnya dalam bentuk interferensi atau campur kode bahkan integrasi.

Secara historis bahasa Indonesia tumbuh dari kondisi bahasa khas yang kemudian hari sangat mewarnai perkembangannya. Sekitar sepuluh tahun lalu pernah ada wacana bahwa bahasa Indonesia akan dijadikan bahasa pengantar di Asia Tenggara. Bahasa Indonesia merupakan salah satu dialek bahsa Melayu. Bahasa Melayu adalah lingua franca (bahsa sehari-hari) di kepulauan Nusantara dan Asia Tenggara. Selain itu bahasa Indonesia pun sanggup digunakan sebagai bahasa kebudayaan dalam arti luas.

Mengapa sampai sekarang bahasa Indonesia belum terealisasi sebagai bahasa Asia Tenggara? Bahasa Indonesia hidup berdampingan dengan bahasa daerah dan bahasa asing sehingga tidak akan mungkin bersih dari pengaruh bahsa daerah dan bahasa asing. Konteks pmbahasaindonesiaan ini dapat kita temui pada media informasi online atau sosial media. Variasi bahasa yang muncul diantaranya adalah ‘unggah’ dan ‘unduh’. Dua kata tersebut berasal dari bahasa Jawa yang di bahasa Indonesiakan yaitu ‘ngunggah’ yang berarti menaikkan dan ‘ngunduh’ yang berarti menurunkan. Jika di tinjau kembali maka dua kata tersebut tidak sesuai dengan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia dan tidak pula terdapat dalam KBBI. Namun dalam penerapannya unggah dan unduh dapat diterima oleh masyarakat pengguna sebagai pengganti kata upload dan download yang merupakan bahasa asing.

Karena bahasa Indonesia masih dalam proses pertumbuhan dan perkembangan untuk mencpai bentuk idealnya sebagai bahasa yang mampu mewadahi perannya sebagai bahasa nasional atau bahasa resmi negara maupun bahasa Asia Tenggara. Sebab itu pembukuan atau standardisasi bahasa Indonesia   menjadi sangat penting dalam rangka pengembangannya. Standardisasi dapat dlakukan dengan dua cara, yaitu :
1.    Secara terencana
Secara terencana standardisasi dilakukan melalui lembaga tertentu yang memiliki kompetensi dan otoritas., misalnya Lembaga Bahasa dan Komisi Istilah. Setelah pembendaharaan kata dilakukan, maka kata tersebut telah menjadi kata baku yang dapat dicari dalam KBBI baik dalam bentuk buku, KBBI online maupun offline.
2.    Secara spontan
Secara spontan standardisasi dilakukan oleh masyarakat melauli konverensi bahwa variasi tertentu dianggap standar, misalnya pemilihan bahasa Melayu Riau sebagai standar. Konverensi juga dapat dilakukan melalui media massa ataupun  media sosial secara online, sehingga dapat diketahui masyarakat pengguna.
Sehingga dapat dikatakan bahwa media sosial dan elektronik sangat berperan dalam penyebar luasan standardisasi yang bertujuan memperkaya kosa kata Bahasa Indonesia.






Referensi : buku catatan mata kulaih Bahasa Indonesia 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar