Saat
masyarakat menghadapi ancaman disintegrasi, ketika hal-hal yang selama ini
dianggap benar, nyata dan menjadi pegangan manusia mengalami krisis, kemapanan
terancam oleh kekacau balauan sebab itu
sosiologi muncul.
Sosiologi dikenalkan
oleh Auguste Comte (ahli filsafat prancis, 1798-1857) berasal dari kata ‘socius’
(Romawi) yang berarti kawan, dan ‘logos’ (Yunani) yang berarti bicara. Sehingga
sosiologi berarti berbicara mengenai masyarakat. Dijelaskan oleh Max Weber bahwa
sosiologi membahas apa yang dinamakan tindakan sosial.
Objek
sosiologi dilihat dari hubungan antara manusia atau hubungan kelompok adalah
masyarakat. Masyarakat merupakan satu kesatuan sosial besar atau kecil yang
terdiri dari bermacam-macam golongan dan saling mempengaruhi satu sama lain.
Berikut adalah beberapa teori tentang asal masyarakat:
1.Manusia
memiliki hasrat untuk memelihara keturunan sehingga keluarga terbentuk.
2.Manusia
memiliki kelemahan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga mencari kekuatan
bersama dengan berserikat bersama yang lain.
3.Manusia
lebih suka hidup berkelompok atau bergerombol daripada hidup sendiri, karena adanya kelemahan –kelemahan antara satu dengan yang lain.
4.Manusia
hidup bersama justru karena adanya perbedaan-perbedaan antara yang satu dengan
yang lain.
Dengan demikian pada hakikatnya
masyarakat akan terjadi karena tendensi manusia untuk menyempurnakan diri,
karena manusia hanya akan sempurna dalam masyarakat. Untuk memasukkan
masyarakat kedalam diri manusia maka seseorang harus melalui proses
sosialisasi. Lalu apa yang dipelajari seseorang dalam sosialisasi? Yang
dipelajari dalam sosialisasi adalah ‘peranan-peranan’. Tahapan sosialisasi
yaitu:
- Play Stage : seorang anak mulai belajar mengambil peranan orang-orang yang berada di sekitarnya.
- Game Stage : seorang anak tidak hanya mengetahui peranan yang harus dilakukannya, tetapi juga peranan yang dijalankan orang lain dalam suatu interaksi.
- Generalized Other : seseorang telah mampu berinteraksi dalam masyarakat karena telah memahami peranan dirinya maupun orang lain.
Agen sosialisasi yang paling
urgen diantaranya adalah : keluarga, teman, sekolah, dan media massa.
Menurut ahli sosiologi struktur sosial merupakan suatu yang terdiri atas bagian-bagian yang
saling bergantung dan membentuk suatu pola tertentu, bagian-bagian tersebut
dapat terdiri atas pola perilaku individu atau kelompok maupun institusi. Ada dua
konsep penting dalam struktur sosial :
1. Status
(kumpulan hak dan kewajiban seseorang)
2. Peran
(aspek dinamis dari suatu status)
Seseorang menjalankan hak dan
kewajibannya yang merupakan status.
Untuk
menjalankan perannya seseorang tidak akan terlepas dari teknologi. Fungsi
Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam pembelajaran Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK) memilliki tiga fungsi utama yang digunakan dalam menjalankan
peranan seseorang, yaitu :
1.Teknologi berfungsi sebagai
alat (tools)
Dalam hal ini TIK digunakan sebagai alat bantu
bagi pengguna untuk membantu seseorang dalam memjalankan perannannya, misalnya
dalam mengolah kata, mengolah angka, membuat unsur grafis, membuat database,
membuat program administratif untuk siswa, guru dan staf, data kepegawaian,
keungan dan sebagainya.
2.Teknologi berfungsi sebagai
ilmu pengetahuan (science).
Dalam hal ini teknologi sebagai bagian dari
disiplin ilmu yang harus dikuasai oleh seseorang. Misalnya teknologi komputer
dipelajari oleh beberapa jurusan di perguruan tinggi seperti informatika,
manajemen informasi, ilmu computer
3.Teknologi berfungsi sebagai
bahan dan alat bantu untuk pembelajaran (literature).
Dalam hal ini teknologi dimaknai sebagai bahan
pembelajaran sekaligus sebagai alat bantu untuk menguasai sebuah kompetensi
berbantuan komputer. Dalam hal ini posisi teknologi tidak ubahnya sebagai
penyedia yang berfungsi sebagai : fasilitator, motivator, transmiter, dan
evaluator.
Peran dan
fungsi teknologi informasi dalam konteks yang lebih luas, yaitu dalam manajemen
dunia pendidikan, berdasar studi tentang tujuan pemanfaatan TI di dunia
pendidikan terkemuka di Amerika, Alavi dan Gallupe (2003) menemukan beberapa
tujuan pemanfaatan TI, yaitu (1) memperbaiki competitive positioning; (2)
meningkatkan brand image; (3) meningkatkan kualitas pembelajaran dan
pengajaran; (4) meningkatkan kepuasan siswa; (5) meningkatkan pendapatan; (6)
memperluas basis siswa; (7) meningkatkan kualitas pelayanan; (8)mengurangi
biaya operasi; dan (9) mengembangkan produk dan layanan baru. Karenanya, tidak
mengherankan jika saat ini banyak institusi di Indonesia yang berlombalomba
berinvestasi dalam bidang TI untuk memenangkan persaingan yang semakin ketat.
Teknologi
informasi berperan dalam menciptakan pelayanan yang cepat, akurat, teratur,
akuntabel dan terpecaya. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut maka ada
beberapa factor yang mempengaruhi teknologi informasi yaitu:(1) Infrastruktur
(2) Sumber Daya Manusia (3) Kebijakan (4) Finansial, dan (5) Konten dan
Aplikasi.
REFERENSI :
Anthony Giddens (Kapitalisme dan Teori Sosial Modern)
Soejono Soekato (Sosiologi Suatu Pengantar)

.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar