Senin, 09 Desember 2013

BERBICARA SOSIOLOGI

Mengapa Ada ?

Saat masyarakat menghadapi ancaman disintegrasi, ketika hal-hal yang selama ini dianggap benar, nyata dan menjadi pegangan manusia mengalami krisis, kemapanan terancam  oleh kekacau balauan sebab itu sosiologi muncul.

Sosiologi dikenalkan oleh Auguste Comte (ahli filsafat prancis, 1798-1857) berasal dari kata ‘socius’ (Romawi) yang berarti kawan, dan ‘logos’ (Yunani) yang berarti bicara. Sehingga sosiologi berarti berbicara mengenai masyarakat. Dijelaskan oleh Max Weber bahwa sosiologi membahas apa yang dinamakan tindakan sosial.

Objek sosiologi dilihat dari hubungan antara manusia atau hubungan kelompok adalah masyarakat. Masyarakat merupakan satu kesatuan sosial besar atau kecil yang terdiri dari bermacam-macam golongan dan saling mempengaruhi satu sama lain. Berikut adalah beberapa teori tentang asal masyarakat:
1.Manusia memiliki hasrat untuk memelihara keturunan sehingga keluarga terbentuk.
2.Manusia memiliki kelemahan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga                     mencari kekuatan bersama dengan berserikat bersama yang lain.
3.Manusia lebih suka hidup berkelompok atau bergerombol daripada hidup sendiri,               karena  adanya kelemahan –kelemahan antara satu dengan yang lain.
4.Manusia hidup bersama justru karena adanya perbedaan-perbedaan antara yang                   satu dengan yang lain.

Dengan demikian pada hakikatnya masyarakat akan terjadi karena tendensi manusia untuk menyempurnakan diri, karena manusia hanya akan sempurna dalam masyarakat. Untuk memasukkan masyarakat kedalam diri manusia maka seseorang harus melalui proses sosialisasi. Lalu apa yang dipelajari seseorang dalam sosialisasi? Yang dipelajari dalam sosialisasi adalah ‘peranan-peranan’. Tahapan sosialisasi yaitu:
  1. Play Stage : seorang anak mulai belajar mengambil peranan orang-orang yang berada di sekitarnya.
  2. Game Stage : seorang anak tidak hanya mengetahui peranan yang harus dilakukannya, tetapi juga peranan yang dijalankan orang lain dalam suatu interaksi.
  3. Generalized Other : seseorang telah mampu berinteraksi dalam masyarakat karena telah memahami peranan dirinya maupun orang lain.

Agen sosialisasi yang paling urgen diantaranya adalah : keluarga, teman, sekolah, dan media massa.

    Menurut ahli sosiologi struktur sosial merupakan suatu yang terdiri atas bagian-bagian yang saling bergantung dan membentuk suatu pola tertentu, bagian-bagian tersebut dapat terdiri atas pola perilaku individu atau kelompok maupun institusi. Ada dua konsep penting dalam struktur sosial :
1. Status (kumpulan hak dan kewajiban seseorang)
2. Peran (aspek dinamis dari suatu status)
Seseorang menjalankan hak dan kewajibannya yang merupakan status.



     Untuk menjalankan perannya seseorang tidak akan terlepas dari teknologi. Fungsi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memilliki tiga fungsi utama yang digunakan dalam menjalankan peranan seseorang, yaitu :
1.Teknologi berfungsi sebagai alat (tools)
 Dalam hal ini TIK digunakan sebagai alat bantu bagi pengguna untuk membantu seseorang dalam memjalankan perannannya, misalnya dalam mengolah kata, mengolah angka, membuat unsur grafis, membuat database, membuat program administratif untuk siswa, guru dan staf, data kepegawaian, keungan dan sebagainya.
2.Teknologi berfungsi sebagai ilmu pengetahuan (science).
 Dalam hal ini teknologi sebagai bagian dari disiplin ilmu yang harus dikuasai oleh seseorang. Misalnya teknologi komputer dipelajari oleh beberapa jurusan di perguruan tinggi seperti informatika, manajemen informasi, ilmu computer
3.Teknologi berfungsi sebagai bahan dan alat bantu untuk pembelajaran (literature).
 Dalam hal ini teknologi dimaknai sebagai bahan pembelajaran sekaligus sebagai alat bantu untuk menguasai sebuah kompetensi berbantuan komputer. Dalam hal ini posisi teknologi tidak ubahnya sebagai penyedia yang berfungsi sebagai : fasilitator, motivator, transmiter, dan evaluator.

Peran dan fungsi teknologi informasi dalam konteks yang lebih luas, yaitu dalam manajemen dunia pendidikan, berdasar studi tentang tujuan pemanfaatan TI di dunia pendidikan terkemuka di Amerika, Alavi dan Gallupe (2003) menemukan beberapa tujuan pemanfaatan TI, yaitu (1) memperbaiki competitive positioning; (2) meningkatkan brand image; (3) meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengajaran; (4) meningkatkan kepuasan siswa; (5) meningkatkan pendapatan; (6) memperluas basis siswa; (7) meningkatkan kualitas pelayanan; (8)mengurangi biaya operasi; dan (9) mengembangkan produk dan layanan baru. Karenanya, tidak mengherankan jika saat ini banyak institusi di Indonesia yang berlombalomba berinvestasi dalam bidang TI untuk memenangkan persaingan yang semakin ketat.
Teknologi informasi berperan dalam menciptakan pelayanan yang cepat, akurat, teratur, akuntabel dan terpecaya. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut maka ada beberapa factor yang mempengaruhi teknologi informasi yaitu:(1) Infrastruktur (2) Sumber Daya Manusia (3) Kebijakan (4) Finansial, dan (5) Konten dan Aplikasi.


REFERENSI :
Anthony Giddens (Kapitalisme dan Teori Sosial Modern)
Soejono Soekato (Sosiologi Suatu Pengantar)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar